FIFA MENGATUR SKOR DI PIALA DUNIA 2002

Referee Byron Moreno of Ecuador shows the red card to Francesco Totti of Italy FIFA, organisasi sepak bola dunia yang selama ini diagung-agungkan PSSI, tampaknya mulai kelihatan bobroknya. Betapa tidak. Selain sejumlah petinggi FIFA ditangkap Kejaksaan Agung Amerika Serikat bersama FBI lantaran kasus suap, kini muncul lagi kasus pengaturan skor di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan.

Adalah mantan Wakil Presiden FIFA, Jack Warner yang dituduh sebagai aktor utamanya. Diduga, Warner menginstruksikannya melalui wasit untuk mengatur skor pertandingan.

Disinyalir, Warner menginstruksikan wasit asal Argentina, Angel Sanchez, untuk mengatur skor saat memimpin pertandingan Korea Selatan melawan Portugal di babak penyisihan grup. Saat itu, wasit Sanchez memberikan kartu merah kepada dua pemain Portugal, yakni Beto dan Joao Pinto, dan membuat Korea Selatan menang 1-0, sehingga menjadi juara grup.

Mantan Wakil Presiden FIFA itu juga menyuruh wasit asal Ekuador, Byron Moreno, untuk memenangkan Korea Selatan ketika melawan Italia. Pada pertandingan Korea Selatan melawan Italia, wasit Moreno mengkartumerahkan Fransesco Totti, dan akhirnya Italia kalah 1-2 di babak golden goal.

Memang, usai pertandingan itu, wasit Moreno akhirnya dihukum skors dua laga. Bahkan, sang wasit pernah dipenjara pada 2012 karena terlibat dalam penyulundupan obat-obatan.

Di pertandingan selanjutnya, Warner juga memerintahkan wasit asal Mesir, Gamal Al Ghandour, saat pertandingan Korea Selatan melawan Spanyol, yang berlangsung 22 Juni 2002. Di pertandingan itu, wasit Gamal menganulir dua gol Spanyol. Dan, di pertandingan babak 8 besar itu, Korea Selatan akhirnya berhasil menyingkirkan Spanyol dalam drama adu pinalti 5-3.

Di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang itu, kesebelasan Korea Selatan memang berhasil masuk semifinal. Cuma, akhirnya Korea Selatan gagal melaju ke final setelah ditekuk Jerman 0-1.

Dengan adanya dugaan pengaturan skor di Piala Dunia 2002 itu, sebagaimana diberitakan Corriere dello Sport dan dikutip dari Forza Italian Football, Kejaksaan Agung Amerika Serikat tengah menyelidikinya. Jadi, kalau di FIFA saja ada pengaturan skor, apalagi di Indonesia yah?

Comments

comments