Pencatatan Perdana Saham PT PP Presisi Tbk

 

Wartapena, Jakarta, 24 November 2017 – PT PP Presisi Tbk (“Perseroan”, “PPRE”), perusahaan konstruksi terintegrasi berbasis peralatan berat yang merupakan entitas anak dari PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) mengumumkan pencatatan 2.351.221.000 lembar saham atau setara dengan 23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana (IPO) Perseroan, pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten PPRE.

Sebagai tambahan, saham PPRE yang baru saja tercatat di BEI telah ditetapkan sebagai Efek Syariah oleh Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Keputusan No : KEP 54/D.04/2017.

Perseroan memperoleh dana hasil IPO sebanyak Rp1,0 Triliun yang akan dipergunakan untuk:

  • Sekitar 70% untuk belanja modal untuk penambahan peralatan dan pembelian lahan untuk workshop dan lahan stone quarry.
  • Sekitar 30% untuk modal kerja untuk mendapatkan dan menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur yang akan diperoleh Perseroan.

“Langkah IPO ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan demi meningkatkan nilai pemegang saham”, ujar Iswanto Amperawan, Direktur Utama PPRE. “Perseroan akan secara berkesinambungan melakukan investasi di armada peralatan berat beserta pengembangan kompetensi sumberdaya manusia untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di seluruh Indonesia,” lanjut Iswanto.

Saat ini PPRE bekerja sama dengan entitas anaknya PT Lancarjaya Mandiri Abadi (“LMA”) dipercaya untuk mengerjakan beberapa proyek strategis nasional, di antaranya Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang, Proyek Jalan Tol Manado-Bitung, Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, Proyek Bendungan Way Sekampung, Proyek Bendungan Leuwi Keris, dan Proyek Pengendalian Lahar Sinabung.

“Pengerjaan beberapa proyek nasional tersebut oleh PP Presisi dan LMA merupakan bentuk sinergi antara entitas induk dengan entitas anaknya yang akan memberikan value added pada penyelesaian proyek serta meningkatkan shareholder value”, imbuh Benny Pidakso, Direktur Keuangan PPRE.

Dimulai dari bisnis penyewaan alat berat, PPRE saat ini memiliki lima lini bisnis dengan memasuki bisnis civil work, ready mix, foundation, form work dalam 3 tahun terakhir.

“Lini bisnis yang terintegrasi yang didukung oleh skala armada yang besar dan berusia muda serta sinergi antara baik PP Presisi dengan entitas anaknya maupun dengan entitas induknya memungkinkan terciptanya opportunity yang sangat besar bagi Perseroan untuk berkontribusi lebih banyak lagi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia”, ujar Iswanto.

“Pasca IPO, kapabilitas keuangan PPRE yang lebih memadai akan memberikan landasan yang solid untuk memperkuat positioning di dalam pasar konstruksi nasional sehingga ke depannya Perseroan akan dapat tumbuh lebih besar dan lebih tangguh,” tutup Benny.

 

Foto 1(13)-a

(dari kiri ke kanan) Hasanin Ade Putra, Direktur Operasi PT PP Presisi Tbk, Aloysius Kiik ro – Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Tumiyana – Direktur Utama PT PP Persero Tbk, Ketut Darmawan – Komisaris PT PP Persero Tbk, Iswanto Amperawan – Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Andi Gani – Komisaris Utama PT PP Persero Tbk, Benny Pidakso – Direktur Keuangan PT PP Presisi Tbk, Achmad Bambang – Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN saat acara Pencatatan Perdana Saham PT PP Presisi Tbk pada hari Jumat 24 November 2017 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Comments

comments