Penandatangan Akta Inbreng di Jakarta

(dari kiri ke kanan), Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi, Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro, serta Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo saling bertumpu tangan seusai penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident.Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

(dari kiri ke kanan), Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi,Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo  Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman (kanan) menyaksikan Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro saat  penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal  sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident.

(dari kiri ke kanan), Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi,Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman (kanan) menyaksikan Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro saat penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident.

 

(dari kiri ke kanan), Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi,Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo  Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman (kanan) menyaksikan Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro saat  penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal  sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident. Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

(dari kiri ke kanan), Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi,Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman (kanan) menyaksikan Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro saat penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident. Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

 

Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro (kanan) didampingi Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman seusai penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal  sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident.Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro (kanan) didampingi Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman seusai penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident.Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

 

(dari kiri ke kanan), Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi, Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro, serta Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo saling berbincang  seusai penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal  sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident.Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

(dari kiri ke kanan), Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi, Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro, serta Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo saling berbincang seusai penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident.Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

 

(dari kiri ke kanan), Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi, Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro, serta Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo saling bertumpu tangan seusai penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal  sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident.Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

(dari kiri ke kanan), Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi, Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro, serta Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo saling bertumpu tangan seusai penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident.Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

 

Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi (kedua kiri) ,Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo (kedua kanan Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman (kanan) dan  Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro saat  penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal  sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident. Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

Direktur Komersial& Operasi PT Jasa Armada Indonesia, Capt.Supardi (kedua kiri) ,Direktur Keuangan & SDM PT Jasa Armada Indonesia, Herman Susilo (kedua kanan Direktur Keuangan PT Pelindo II,Iman Rachman (kanan) dan Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro saat penandatangan akta inbreng di Jakarta, Selasa (7/11), dimana IPC menambah suntikan modal di JAI dengan menyerahkan sebanyak 21 kapal sehingga jumlah kapal yang dimiliki oleh JAI sendiri menjadi 23 kapal. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan go public.Sebagai perusahaan yang melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perseroan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia, yaitu 12 pelabuhan yang dikelola IPC. saat ini JAI mengoperasikan 75 kapal serta paling andal melayani 25 ribu kapal/tahun dengan zero accident. Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

Comments

comments