Danamon Siap Dukung Event Indonesia Trade & Commodity Finance Conference

PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (Danamon), sebagai salah satu bank yang paling aktif dalam bisnis trade finance di Indonesia, hari ini membuka acara Indonesia Trade & Commodity Finance Conference yang diselenggarakan oleh Global Trade Review, yang merupakan media industri pembiayaan perdagangan paling terkemuka di dunia. Dalam ajang tahunan ke-empat yang diadakan di Mandarin Oriental Jakarta tersebut, Danamon berperan sebagai sponsor utama konferensi dan berkontribusi dengan menghadirkan narasumber Danamon seperti Pradip Chhadva, Direktur Treasury, Capital Market, Financial Institution dan Transaction Banking, Herry Hykmanto, Direktur Danamon Syariah, dan Margaret Tjahjono, Head of Trade Product Management. Selain narasumber dari Danamon, konferensi ini juga menghadirkan pakar trade finance lainnya dari institusi-institusi keuangan ternama yang akan berbagi pengalaman dan praktek terbaik dalam industri pembayaran perdagangan.

Danamon“Dukungan kami terhadap penyelenggaraan Indonesia Trade & Commodity Finance Conference adalah wujud nyata dari peran aktif Danamon dalam perkembangan industri trade finance Indonesia. Sebagai pasar dengan potensi perdagangan yang sangat besar, Indonesia perlu didukung oleh jaringan pembiayaan perdagangan yang kuat. Melalui konferensi ini, kami yakin industri trade finance Indonesia dapat berbagi best practices dan case studies yang tentunya bernilai untuk kemajuan industri ini, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Pradip Chhadva, Direktur Treasury, Capital Market, Financial Institution dan Transaction Banking, Danamon.

Sebagai sponsor utama acara Indonesia Trade & Commodity Finance Conference, Danamon diperkuat oleh tim kompeten dan berpengalaman di bidang trade finance guna mendukung dan membantu nasabah kami mencapai tujuan bisnisnya secara efektif. Selain itu, Danamon juga dilengkapi dengan layanan Trade Service Point at Port (TSPP) sebagai one stop service untuk memberi kemudahan bagi nasabah trade finance dalam kegiatan ekspor impor di pelabuhan Jakarta, Medan, dan Surabaya. Pada kuartal pertama tahun 2014, bisnis trade finance Danamon mencetak pertumbuhan 44% dibandingkan kuartal pertama tahun 2013 menjadi Rp 10,1 triliun untuk pembiayaan tunai (cash loans), sementara itu pembiayaan non-tunai (non-cash loans) tumbuh sebesar 44% juga menjadi Rp 9,3 triliun pada periode yang sama.

“Sejak tahun 2012, selain menawarkan jasa pembiayaan perdagangan dan resi gudang secara konvensional, Danamon, melalui Danamon Syariah, juga telah memulai proses edukasi dan pembiayaan kepada nasabah trade finance. Pembiayaan dan jasa fasilitasi perdagangan seperti penerbitan Letter of Credit (LC), negosiasi export, pembiayaan Open Account, pembelian alat berat dan produk-produk pembiayaan lain kini telah dapat dilakukan dengan berbagai akad syariah seperti Mudharabah, Murabaha serta IMBT (Ijarah Muntahiyah bit Tamlik). Sepanjang tahun 2013 Danamon Syariah telah melakukan pembiayaan perdagangan dengan volume sebesar Rp 200 milyar. Pada tahun 2014, Danamon Syariah merencanakan akan meningkatkan volume kegiatan pembiayaan perdagangan ini hingga Rp 500 milyar,” tambah Herry Hykmanto, Direktur Danamon Syariah.(*)

Comments

comments